Siapa yang gak kenal Deddy Corbuzier? Pria dengan nama asli Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo lahir di Jakarta, 28 Desember 1976 keturunan Tionghoa merupakan Master Mentalist-nya Indonesia serta merupakan barometer magician indonesia. Telah banyak pesulap yang lahir ditangannya.

Namun sebagai orang yang senang dengan dunia magician, saya sangat kecewa sekali dengan penampilan beliau (Deddy Corbuzier) pada saat acara Ulang Tahun RCTI ke 20 tanggal 23-24 Agustus 2009. Kekecewaan terjadi kala menyaksikan adegan Deddy Corbuzier diacara Ulang Tahun RCTI tersebut. Saat itu Deddy Corbuzier melakukan atraksi dengan menangkap peluru yang ditembakan kearahnya dalam jarak beberapa meter dengan mulutnya. Sebelumnya Deddy Corbuzier berkata bahwa sudah 16 nyawa melayang saat melakukan adegan ini. Terlepas dari benar atau tidaknya ucapan itu, saya tidak peduli apalagi dunia sulap adalah dunia tipu-menipu.

Bukan ucapan 16 nyawa melayang itulah yang membuat saya kecewa, tapi adegan atraksi tersebut sudah pernah dibahas rahasianya oleh manusia bertopeng dalam acara “The Secret of Magic” yang banyak menuai protes. Bahkan Deddy Corbuzier terlalu sederhana sekali dalam menyajikannya. Seharusnya ada sebuah kaca penghalang antara Deddy Corbuzier dengan si Penembak. Jadi begitu senapan ditembakan (ceritanya), bersamaan dengan itu kaca penghalangpun pecah (nggak tau bagaimana caranya kaca itu harus pecah) dan sang Master Mentalist-pun jatuh untuk kemudian bangkit lagi dengan anak peluru dimulutnya.

Yang lebih parah lagi, ketika Deddy Corbuzier bangkit dengan anak peluru dimulutnya, kenapa bagian depan anak peluru yang ditandatangani berada didepan menghadap penonton? Mungkin Deddy Corbuzier ingin memperlihatkan bahwa anak peluru itu adalah benar yang telah ditandatangani sebelum ditembakan ke dirinya sehingga dia lupa. Secara logika bila peluru ditembakan, maka bagian belakanglah yang menghadap ke penonton.

Tidak disitu saja, ketika mereka - Deddy Corbuzier-Nico Sihaan (MC)-Dany Cole berbincang-bincang, Deddy COrbuzier menyatakan salut dan bingung bagaimana Dany Cole dapat melakukan duduk bersila satu kaki tanpa kursi yang menopang. “Saya masih bingung gimana cara dia (Dany Cole) duduk seperti itu”. Padahal salah satu mantan murid dia di Pentagram “Demian Aditya” pernah melakukan hal itu dipinggir pantai. Nggak tau apakah benar ada “Gap” diantara mereka.

Tapi biar bagaimanapun gue salut dan acungin jempol sama Deddy Corbuzier yang telah pontang-panting menaikan citra dunia magician di tanah air sampai-sampai para artispun latah ikutan ke dunia magician. Sulap ditanah air telah menjadi suatu Profesi yang harus dipertimbangkan. Jadi tidak ada lagi istilah “Tukang Sulap” yang selama ini tidak diinginkan oleh Master Mentalist kita - Deddy Corbuzier.

Akhirnya gue cuma pengen bilang - Salute to Deddy Corbuzier.