
BUKTI TIANSHI BUKAN PARAMIDA
Mau melihat Network Marketing yang benar bukan Money Game? Tengok saja Tianshi. Di network marketing ini peraihan peringkat begitu dinamis. Upline dan downline saling kejar mengejar, layaknya “formula one” dilintasan balap.
Ada “formula one” di Tianshi. Tapi tolong jangan dibayangkan Michael Schumaker, Fernando Alonzo dan lain-lain yang ngebut dengan mobilnya di lintasan sirkuit, berlomba mencapai garis finis. Melainkan “formula one” di sini, soal pencapaian peringkat di network marketing asan Cina ini. Selain ngebut juga saling susul menyusul antara upline dan downline.
Gambaran “formula one” di Tianshi, sekaligus membuktikan sebuah network marketing yang benar bukanlah money game. Di bisnis haram yang banyak menelan korban itu, posisi orang pertama yang mendaftar, selalu bertengger di ururtan terdepan.
Nah, orang yang pertama ini gayanya persis seperti “preman”, menerima “uang jago” dari para downlinenya. Jadi ada anggapan di money game orang solehpun akhirnya akan berubah jadi “preman”. Di network marketing yang benar perilaku “preman” ini di gerus habis sampai ke akar-akarnya. Justru orang pertama atau upline, benar-benar harus menjadi orang soleh. Dia harus membimbing, mengajarkan, mengasuh dan membesarkannya agar menjadi sukses. Upline bukan jaminan berada di posisi puncak.
Buktinya, coba kita lihat di Tianshi. Ir. Trisulo MM, MBA, selama beberapa tahun ditinggal oleh downlinenya, Louis Tendean, yang melaju sebagai Diamond Gold Lion 2. Sementara Trisulo membayang-bayangi diperingkat Diamond Gold Lion 1. Bahkan Louis dinobatkan sebagai orang terkaya dalam jagat network marketing di Tanah Air versi Majalah Warta Bisnis, 2003. Padahal sejarah mencatat, Louis bergabung di Tianshi setelah di prospek dan di yakinkan oleh Trisulo.
Walau di tinggal downlinnya, Trisulo bisa menyalip dua uplinenya sekaligus, yaitu Agus Trilaksono (Silver Lion) dan Rudy M. Noer (Gold Lion). Begitupun Rudy M. Noer, yang memprospek Trisulo, juga ngebut menyalip uplinennya Agus Trilaksono. Jadi, dari keempat orang itu jika diurutkan posisinya menjadi terbalik. Louis - Trisulo - Rudy M. Noer - Agus TL. Padahal pada konteks upline dan downline urutannya adalah Agus TL - Rudy M. Noer - Trisulo dan Louis Tendean.
Selain Louis dan Trisulo, lompatan besar juga dilakukan oleh Vigor Agung Wijaya. Orang Bandung yang bermukim di Bali ini melesat mencapai posisi Gold Lion, sama dengan Rudy M. Noer. Padahal Rudy M. Noer bergabung di Tianshi tahun 2000 dan Vigor pada tahun 2002 lalu. Lompatan Vigor masuk tiga besar peringkat tertinggi di Tianshi tentu melampaui beberapa uplinenya, sebut saja Franky Liyanto (Bronz Lion) dan Franky pun disusul oleh downlinnya I. Heru Kuncoro, yang kini melompat sebagai Silver Lion.
Di Tianshi, peringkat tidak dapat diprediksi, mengingat urusan peringkat di Tianshi begitu cair dan dinamis. Setidaknya, mereka yang menjadi upline, bukan jaminan melenggang ke peringkat berikutnya. (Sumber: Bisnis Plus).
Bagaimana dengan anda?...mau menyusul saya yang daftar lebih dulu dari anda?..silahkan hubungi saya untuk join, saya akan Bantu bagaimana cara anda bisa menyusul peringkat para upline.



